Serang, CNN Indonesia

Aparat dari Polresta Serang Kota hingga Kamis (4/4) dini hari sudah menangkap lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang guru ngaji (ustaz) di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.

Pelaku disebut sebagai debt collector dari bank keliling atau koperasi simpan pinjam, masing-masing inisial RSM, PS, RP, FM, dan IS.

“Untuk RSM ditangkap dilokasi kejadian. PS dan RP ditangkap di Pelabuhan Merak. FM dan IS ditangkap di Pasar Kemis Tangerang,” ujar Kompol Iwan Sumantri, Kasie Humas Polresta Serkot, Kamis, (04/04).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kompol Iwan berkata Untuk RSM, PS dan RP sudah dijadikan tersangka oleh Satreskrim Polresta Serkot. Sedangkan dua pelaku lain baru ditangkap Rabu malam dan sedang dilakukan pemeriksaan.

Pengeroyokan ini terjadi pada Minggu (31/3) malam di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Sekelompok orang dari bank keliling atau bank emok mengeroyok Ustaz Muhi, sekitar pukul 23.30 Wib.

Aksi itu memicu kemarahan warga sehingga terjadi sweeping terhadap koperasi simpan pinjam di sejumlah lokasi seperti di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Banten.

Situasi di sekitar Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, hingga Kabupaten Pandeglang, Banten, pun sempat memanas. Akhirnya, digelar pertemuan antara korban, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolres Pandeglang dan Kapolresta Serkot, pada Selasa (2/4) malam di Mapolres Pandeglang.

Korban sepakat menyerahkan penanganan kasusnya ke polisi serta meminta semua pihak menahan diri dan tidak anarkis.

Polisi telah mengantongi total tujuh orang pelaku pengeroyokan. Artinya, ada dua orang yang belum tertangkap.

Polresta Serkot mengimbau kepada pelaku lain untuk menyerahkan diri.

“Kami dari kepolisian akan terus menangkap semua pelaku pengeroyokan tersebut, serta terus mengimbau agar para pelaku dapat menyerahkan dirinya,” ujar Kompol Hengki Kurniawan, Kasatreskrim Polresta Serkot, Kamis.

Disela-sela acara buka puasa bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan paguron, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Sofwan Hermanto mengajak semua pihak menahan diri dan tidak main hakim.

Mantan Dirbinmas Polda Banten itu juga mengajak toleransi antar agama dan suku di Banten tetap terjaga dengan baik.

“Karena hidup berdampingan dengan sesama, serta dapat saling menghargai, itu adalah bentuk toleransi yang harusnya bisa kita wujudkan bersama, tidak ada lagi kekerasan, hidup berdampingan tanpa dendam dan amarah,” ujar dia. 

(ynd/wis)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *